Jakarta (ANTARA News) – Indonesia kini memiliki BIMA Satria Garuda, pahlawan super serupa Ksatria Baja Hitam, karakter dalam serial televisi Jepang yang berjaya di Tanah Air pada era 1990an. <br /><br />BIMA Satria Garuda, yang dibuat bersama Ishimori Production–pembuat serial Kamen Rider Jepang seperti Ksatria Baja Hitam–, merupakan hasil pelokalan Ksatria Baja Hitam yang berbentuk live action super hero program(tokusatsu). <br /><br />“Kualitas produksi InsyaAllah dapat dibandingkan dengan standar global karena partner-nya ternama,” kata Produser Eksekutif BIMA Satria Garuda, Reino Barrack, di Jakarta, Selasa. <br /><br />Reino mengatakan, dia ingin membuat tayangan positif yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, keberanian, pertemanan, dan semangat pantang menyerah dalam membela kebenaran melalui serial yang sudah dipersiapkan sejak dua tahun lalu itu. <br /><br />Menurut dia, pengambilan gambar untuk tayangan yang disebut mengusung nilai lokal itu dilakukan di Jakarta dengan melibatkan pemeran dari dalam negeri. <br /><br />Serial tersebut dibintangi oleh Christian Loho (BIMA alias Ray Bramasakti), Rayhan Febrian (Randy Iskandar), Stella Cornelia JKT48 ( Rena Iskandar), Adhitya Alkatiri (Mikhail), dan Sutan Simatupang (Rasputin). <br /><br />BIMA berkisah tentang dunia paralel, sebuah dunia dalam kegelapan abadi tanpa matahari, air, oksigen, dan elemen sumber kehidupan. Dunia tersebut dikuasai VUDO, organisasi hitam pimpinan Rasputin yang jahat. <br /><br />VUDO ingin merampas kekayaan alam di Bumi demi keberlangsungan dunia mereka. Ray, seorang pemuda Bumi, terpilih menjadi pahlawan untuk melindungi Bumi dari serangan VUDO. <br /><br />BIMA Satria Garuda, yang dibuat sepanjang 26 episode, akan mulai tayang pada 30 Juni 2013 setiap Minggu pukul 08.30 WIB dan Sabtu 15.00 WIB (siaran ulang) di RCTI. <br /><br />Reno mengatakan, tontonan itu berpeluang merambah negara-negara tetangga. “Karena ini pakai Bahasa Indonesia, jadi bisa dijual juga ke Malaysia, Singapura, dan Brunei juga,” katanya.
