(Ode buat Malaya Roses) <br /> <br />Kemarin dulu <br />aku lewat sebuah taman bunga <br />penuh seni dan artikulasi <br />tersusun rapi dalam rumpun diksi <br />kelopak bahasa warna warni <br />kembang mewangi menghias seri <br /> <br />Kemarin <br />aku bertandang lagi di taman sama <br />kulihat kumbang putih terhiris luka <br />oleh kesinisan bunga yang pintar <br />menyasarkan dengung bingit <br />sang kumbang patah sayap <br /> <br />Hari ini <br />aku takjub pada ketegasan kata <br />kelopak-kelopak bahasa sang bunga <br />memangkas tuntas kepincangan budaya <br />semut-semut malas bekerja <br />buang masa, makan gaji buta <br /> <br />Esok <br />aku berharap <br />menikmat keindahan sang bunga <br />menjalarkan kelopak aksara <br />menjadi rimbun kata paling ampuh <br />suburkan inspirasi; penikmat seni<br /><br />Ibnu Din Assingkiri<br /><br />http://www.poemhunter.com/poem/sekuntum-bunga-negeriku-malaya-roses/
