TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ratusan driver (pengemudi) Go-Jek tampak emosi di depan kantor operasional PT Go-Jek Bali di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, Kamis (3/12/2015). <br /> <br />Mereka berteriak-teriak, di antaranya menuntut agar deposit mereka dikembalikan setelah dikenakan suspend oleh manajemen. <br /> <br />“Kita sudah capek bekerja untuk deposit, tapi kok malah hangus. Kembalikan deposit kami!” teriak seorang driver diikuti suara sorakan ratusan rekannya. <br /> <br />Kemarin, ratusan driver kembali menyerbu kantor Go-Jek untuk menuntut penghapusan suspend yang dirasakan sangat memberatkan. <br /> <br />Sebelumnya, Senin (30/11/2015), 1.400 driver Go-Jek mendatangi kantor operasional setelah tiba-tiba dikenakan suspend. <br /> <br />Dalam aksi kemarin, lima perwakilan driver diundang oleh manajemen untuk membahas keputusan mengenai suspend yang diberikan manajemen kepada 1.400 driver Go-Jek. <br /> <br />Pertemuan di lantai 2 kantor Go-Jek itu berlangsung sekitar dua jam. <br /> <br />Setelah pertemuan, seorang perwakilan driver yang ter-suspend membeberkan hasil runding bersama manajemen melalui orasinya. <br /> <br />Sekejap ratusan driver terdiam dan dengan seksama mendengarkan penjelasannya dua keputusan penting dari manajemen. <br /> <br />Pertama, para driver Go-Jek yang ter-suspend bisa melanjutkan kemitraannya bersama Go-Jek dengan syarat membayar denda dari suspend tersebut. <br /> <br />Kedua, para driver Go-Jek tidak perlu membayar denda yang ditetapkan asalkan berhenti bekerja dengan mengembalikan segala atribut seperti helm, jaket, dan handphone. <br /> <br />Tak hanya itu, uang deposit yang selama ini terkumpul tidak dapat diambil atau hangus. <br /> <br />Sontak ratusan driver marah dan menyoraki manajemen yang dianggap tidak adil dan memberi keputusan sepihak. <br /> <br />"Kami tak terima deposit kami hangus," kata seorang driver.(*)