TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Apel gelar pasukan untuk siaga banjir dan tanah longsor digelar di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin (7/12/2015). <br /> <br />Ada lebih kurang 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan BPBD yang disiagakan dalam mengantisipisasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Riau tahun ini. <br /> <br />Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB-), Willem Rampangle, terlihat hadir dan memimpin apel siaga pasukan hari itu, sekaligus menutup operasi darurat kabut asap yang telah berlangsung selama lebih kurang enam bulan belakangan ini. <br /> <br />Usai apel siaga pasukan, Williem mengatakan pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor di Riau. <br /> <br />Dari laporan BMKG, pada Desember tahun ini, intensitas curah hujan di wilayah Riau cukup tinggi, dan mencapai 300 mm per harinya. <br /> <br />Karenanya, potensi terjadinya banjir dibeberapa wilayah di Riau sangat besar. <br /> <br />Dia mengingatkan kepada kepala daerah untuk melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan sejumlah peralatan yang diperlukan saat mengahadapi bencana banjir. <br /> <br />Pemerintah pusat, sambung Williem, sudah menyiapkan anggaran sebasar Rp 150 miliar untuk mengatasi bencana banjir di seluruh daerah Indonesia. <br /> <br />Anggaran itu merupakan Dana Siap Pakai (DSP), yang dapat digunakan kapan saja saat terjadinya bencana. (*)
