TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -- Saat Tim Elang Polrestabes Semarang mendata para pebalap liar yang tertangkap di Jalan Pemuda, Minggu (3/1/2016) dini hari, seorang pebalap liar merengek bahkan sesekali menunjukkan mimik wajah menangis ke petugas. <br /> <br />Dia terus merengek meminta ampun ke polisi lantaran tidak ingin ditangkap. <br /> <br />"Pak ampun pak," kata pemuda itu merengek. <br /> <br />Dia disergap Tim Elang setelah berusaha melarikan diri bersama pebalap liar lainnya. <br /> <br />Identitas pria ini pun diperiksa polisi termasuk surat kelengkapan sepeda motornya. <br /> <br />Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Pemuda, Minggu (3/1/2016) dini hari, banyak pembalap liar yang menggeber sepeda motornya. <br /> <br />Tim Elang 4 Polrestabes Semarang di bawah pimpinan Ipda Satrio Bagus yang sudah memantau dari kejauhan langsung melakukan penyergapan. <br /> <br />Beberapa di antaranya berhasil melarikan diri, sisanya ditangkap bahkan sampai harus bertabrakan sesama pebalap liar. <br /> <br />Seorang anggota Sat Lantas Polrestabes Semarang yang tergabung dalam Tim Elang juga tak luput dari "serudukan" para pebalap liar ini. <br /> <br />Sepeda motor Honda Vario yang dipakai polisi itu rusak di bagian depan akibat bertabrakan dengan pebalap liar. <br /> <br />Bahkan ada beberapa di antara pebalap liar itu yang melarikan diri meninggalkan sepeda motornya tergeletak di pinggir jalan. (*)
