Surprise Me!

Bocah Penjual Makaroni Gugah Pj Wali Kota Semarang

2016-02-13 659 Dailymotion

TRIBUNNEWS. COM, SEMARANG - Pemberitaan mengenai Eko Adi Prasetyo (siswa kelas II SDN Pedurungan Tengah 02), bocah penjual makaroni akhirnya terbaca oleh Pj Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto dan Kepala Dinas Kesehatan, Widoyono. <br /> <br />Begitu tahu kondisi tersebut, Tavip dan Widoyono bergegas kunjungi rumah kontrakan Dewi ibunda Eko di daerah Tlogo Pancing Semarang, Kamis (11/2). <br /> <br />Eko bocah SD itu jualan makaroni keliling kampung untuk bantu pengobatan Dewi ibundanya yang sakit batu ginjal kekurangan biaya. Eko jualan makaroni atas inisitatif sendiri. <br /> <br />Bocah yatim itu tekun jualan makaroni tanpa disuruh oleh ibunya. <br /> <br />Dengan kehadiran Pj Walikota dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Eko dilarang jualan makaroni dan harus fokus bersekolah. <br /> <br />Tavip tegaskan, semua biaya pengobatan batu ginjal (diagnosis sementara) Dewi dijamin gratis oleh Pemkot Semarang. <br /> <br />Raut bahagia Dewi tersirat, kala Tavip, memintanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kota Semarang, Jumat (12/2) pagi. <br /> <br />Seluruh biaya pengobatan dijamin gratis oleh Pemkot Semarang. Selama ini, ia tidak menggunakan BPJS ataupun Jamkesmaskot saat memeriksakan diri ke dokter. <br /> <br />"Besok pagi (Jumat) disuruh periksa ke rumah sakit Ketileng. Alhamdulillah gratis. Saya senang sekali mendapat perhatian dari pemerintah. Sampai pak Wali Kota datang ke sini," kata Dewi sembari terisak. <br /> <br />Dewi mengatakan sakit batu ginjal yang dialaminya sudah dirasakan sejak enam bulan terakhir. <br /> <br />Berdasarkan hasil rontgen pada 11 Januari lalu, ada semacam batu di ginjal dan dugaan sementara Dewi mengalami sakit batu ginjal. <br /> <br />Namun menurut dokter perlu pemeriksaan lebih lanjut. "Saya sering sakit enam bulan terakhir ini. Sepertinya sakit batu ginjal," ujarnya. (*)

Buy Now on CodeCanyon