<p>Warga di desa Wapia - pia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mayoritas menggantungkan hidup dari mencari hasil laut.</p> <br /> <br /><p>Karena itu, perahu menjadi sarana utama mereka untuk mencari nafkah.</p> <br /> <br /><p>Delapan tahun lalu, salah seorang warga berhasil membuat miniatur kapal.</p> <br /> <br /><p>Miniatur ini ternyata berkembang menjadi desain kapal sungguhan.</p> <br /> <br /><p>La Pou, salah seorang perajin kapal berkisah, kayu yang mereka gunakan dibawa dari daratan di kabupaten Buton.</p> <br /> <br /><p>Kayu tersebut lantas diolah, disusun, dan direkatkan sehingga menjadi sarana menangkap ikan dengan ukuran 4 x 2 meter.</p> <br /> <br /><p>Warga dan nelayan bekerja sama membuat kapal, sehingga dalam waktu 20 hari, mereka dapat membuat satu kapal.</p> <br /> <br /><p>Kapal karya warga Wapia - pia kini juga disuplai untuk kebutuhan nelayan lain di pulau Kaledupa dan Binongko.</p> <br />
