Surprise Me!

Ma'ruf: Jokowi Tak Menyerang, Hanya Melengkapi Pernyataan Prabowo

2019-02-20 5 Dailymotion

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda<br /><br />TRIBUN-VIDEO.COM, SERANG - Pernyataan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak dianggap sebagai serangan.<br /><br />Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menganggap Jokowi hanya melengkapi pernyataan Prabowo dalam sesi debat.<br /><br />"Pak Jokowi meneruskan, yang dapat (tanah) banyak itu termasuk bapak (Prabowo). Gitu kan, jadi bukan menyerang," kata Ma'ruf di pondok pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Selasa (19/2/2019).<br /><br />Ia melihat, Jokowi ingin membeberkan fakta dibalik pernyataan Prabowo, tentang penguasaan kekayaan alam Indonesia oleh negara, sesuai UUD 1945 Pasal 33.<br /><br />Sebab faktanya, banyak tanah dikuasai segelintir orang saja, termasuk mantan Danjen Kopassus itu.<br /><br />"Nah, Pak Jokowi mengatakan di jaman saya itu tidak ada. Jadi itu sebenarnya merupakan suatu penegasan," imbuh Ma'ruf.<br /><br />Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu yakin, tak ada niat buruk dari Jokowi saat menjelaskan hal tersebut.<br /><br />Sebab petahana ingin prioritasnya, kinerjanya, untuk membagikan hak rakyat berupa sertifikat tanah, dinilai secara jernih oleh semua pihak.<br /><br />Meski demikian, Ma'ruf mempersilahkan jika ada pihak yang tersakiti lalu melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).<br /><br />Menurutnya, hal itu merupakan hak hukum di negara demokrasi seperti Indonesia.<br /><br />"Ya saya kira kita serahkan kewenangan kepada Bawaslu ya yang menilai, cuman kalau bagi saya, itu kan bukan menyerang," tegas Ma'ruf.<br /><br />Diketahui, Pernyataan Jokowi yang disoal yakni saat petahana mengungkap kepemilikan ratusan ribu hektare milik Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh.<br /><br />"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi saat debat, Minggu (17/2/2019) malam. (*)

Buy Now on CodeCanyon