KEBERHASILAN pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) amat ditentukan kinerja kabinet. Kabinet Jokowi-JK haruslah efektif. Efektif artinya berdaya guna dan berhasil guna.<br /><br />Kabinet efektif mensyaratkan beberapa hal. Pertama-tama, mereka yang duduk di kabinet haruslah kompeten di bidang mereka. The right man in the right place.<br /><br />Latar belakang pengalaman, pendidikan, dan keahlian menjadi penting untuk ditelusuri sebelum menempatkan mereka dalam komposisi kabinet. Ia semestinya orang terbaik di bidangnya.<br /><br />Tidak ada tempat bagi mereka yang nihil pengalaman, pendidikan, dan keahlian di bidang mereka. Kabinet atau kementerian bukanlah tempat coba-coba. Kabinet harus tancap gas begitu selesai dilantik untuk menyelesaikan berbagai program.<br /><br />Pengalaman, pendidikan, dan keahlian mesti ditopang kemampuan memimpin atau leadership. Sebagai pemimpin puncak di kementerian, seorang menteri harus mampu bertindak seperti konduktor andal agar orkestra kementeriannya menghasilkan harmoni.<br /><br />Para menteri juga tidak boleh rangkap jabatan. Bagaimana seseorang bisa bekerja secara efektif dan terkonsentrasi bila tugasnya sebagai menteri direcoki tugas-tugas pada jabatan lain?<br /><br />Orang partai politik boleh saja menjadi menteri asalkan bersedia menanggalkan jabatannya di parpol. Jangan duplikasi kelemahan kabinet sebelumnya yang sejumlah menterinya, bahkan termasuk presidennya, merangkap jabatan di parpol.<br /><br />Para anggota kabinet haruslah juga bersih, bebas dari korupsi. Bahkan terindikasi korupsi pun mesti disingkirkan dari daftar calon anggota kabinet.<br /><br />Perbuatan korup pasti akan membebani kerja sang menteri. Satu saja anggota kabinet pernah terlibat korupsi atau terindikasi korupsi, efektivitas kabinet pasti akan terganggu.<br /><br />Lebih dari itu, semua anggota kabinet harus punya karakter antikorupsi. Dengan begitu, mereka juga proaktif mencegah korupsi di kementerian masing-masing. Clean and good governance pun bakal tercapai.<br /><br />Sikap antikorupsi akan menghindarkan sang menteri dari berbuat korupsi di masa jabatannya. Itu akan menghindarkan kabinet Jokowi-JK dari bernasib sama seperti kabinet SBY-Boediono yang dua menterinya, yakni Andi Mallarangeng dan Suryadharma Ali, tersandung kasus korupsi di kementerian mereka.<br /><br />Bila menteri tersangkut korupsi, itu pasti membebani kabinet. Bagaimana mungkin kabinet sanggup bekerja efektif bila terbebani oleh kasus korupsi?<br /><br />Kita tahu Jokowi membuka ruang bagi masyarakat dan parpol untuk mengusulkan kandidat menteri. Kita mengimbau masyarakat dan parpol mengusulkan orang-orang terbaik untuk menduduki kursi kabinet.<br /><br />Orang-orang terbaik itu ialah mereka yang memiliki pengalaman, keahlian, pendidikan, kepemimpinan, tidak rangkap jabatan, serta bersih dari korupsi.<br /><br />Bagaimanapun mengangkat menteri ialah kewenangan Jokowi dan JK. Kita percaya presiden dan wakil presiden terpilih itu bakal cermat memilih para pembantu mereka agar tercipta kabinet efektif.<br /><br />Kabinet efektif merupakan suatu keniscayaan di tengah menggunungnya persoalan yang harus segera ditangani demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
