Surprise Me!

Orang Garut Jualan Kerak Telor Betawi Di Kemayoran

2019-06-19 641 Dailymotion

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari<br /><br />TRIBUN-VIDEO.COM - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang melimpah dan tersebar dari sabang hingga merauke, satu diantaranya kuliner tradisional yang fenomenal dan akrab bagi masyarakat adalah kerak telor.<br /><br />Ya, kerak telor merupakan penganan khas Betawi dan biasa disajikan menggunakan taburan serundeng.<br /><br />Di Jakarta, anda bisa melihat penjual kerak telor tersebar di sejumlah tempat, tidak hanya di Kota Tua saja, namun juga di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.<br /><br />Seperti yang dilakukan Tribunnews saat hendak menyambangi event Jakarta Fair Kemayoran (JFK), pada Minggu (16/6/2019).<br /><br />Menariknya, tidak hanya di dalam lingkungan JFK saja, para penjual kerak telor terlihat di berbagai sudut jalan sepanjang kawasan Kemayoran.<br /><br />Tribunnews pun mencoba membeli kerak telor yang dijual di tepi jalan, tepatnya di dekat pintu masuk kawasan JFK.<br /><br />Qodir (58), seorang penjual kerak telor yang telah bertahun-tahun berjualan di kawasan itu tiap momen JFK, mengaku tiap tahun selalu berjualan di tempat tersebut dan membayar Rp 500 ribu untuk sewa per bulannya.<br /><br />Ia pun menjelaskan bahwa dirinya adalah laki-laki asli Garut, Jawa Barat, bukan asli keturunan Betawi.<br /><br />"Tiap tahun sewa di sini saya Rp 500 ribu tiap bulan, saya juga bukan orang Betawi, orang Garut tapi jualannya kerak telor," kata Qodir, kepada Tribunnews, di kawasan Kemayoran.<br /><br />Dalam menjual kerak telor, dari daerah asalnya, ia sudah terlebih dahulu membuat serundeng yang bisa awet jika dikemas secara benar.<br /><br />Menurutnya, serundeng yang ia buat sendiri bersama teman-temannya, para penjual kerak telor yang juga asli Garut, berbeda dengan serundeng yang ada di sini.<br /><br />"Bapak mah bawa sendiri serundeng dari Garut, sama temen-temen ini bikinnya, beda lah ada bumbu rahasianya," jelas Qodir sambil tertawa.<br /><br />Ia memang biasa berjualan membentuk barisan di sepanjang Jalan Benyamin Sueb bersama 'rekan-rekan Garutnya'.<br /><br />Lapak mereka pun diberi jarak hingga mencapai panjang seukuran mobil.<br /><br />Uniknya, jika ada yang membeli kerak telor dalam jumlah banyak, mereka akan berbagi pesanan.<br /><br />Sehingga semua penjual kerak telor yang berasal dari satu kampung itu tidak ada yang pulang dengan tangan hampa.<br /><br />"Kalau ada yang beli banyak tuh ya, saya bagi-bagi pesanannya, yang penting sama-sama dapat gitu," papar Qodir.<br /><br />Untuk seporsi kerak telor ayam, ia membanderol harga sebesar Rp 20 ribu, sedangkan untuk kerak telor bebek seharga Rp 25 ribu.

Buy Now on CodeCanyon