TRIBUN-VIDEO.COM - Sebelum berubah menjadi museum De Tjolomadoe, tempat ini bernama Pabrik Gula Colomadu.<br /><br />Pabrik Gula Colomadu berdiri pada 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegara IV.<br /><br />Pendirian Pabrik Gula Colomadu tidak terlepas dari penjajahan Belanda di Indonesia.<br /><br />Gula menjadi salah satu komoditi ekspor paling penting dalam masa penjajahan Belanda.<br /><br />Untuk memenuhi kebutuhan ini, pemerintah Belanda memberlakukan tanam paksa bagi warga pribumi.<br /><br />Kemudian KGPAA Mangkunegara IV mengadopsi bisnis Belanda ini dengan cara menyewa lahan kepada bangsawan pribumi.<br /><br />Mangkunegara IV menerapkan cara bisnis Belanda untuk kepentingan perekonomian kerajaan.<br /><br />Alih-alih memperpanjang sewa, Mangkunegara berniat untuk mendirikan pabrik gula sendiri.<br /><br />Pada 8 Desember 1861, di sebuah desa Malangjiwan berdirilah sebuah pabrik gula yang diberi nama Pabrik Gula Colomadu.<br /><br />Colo memiliki arti gunung, sehingga Colomadu bermakna gunung madu dengan harapan gula yang diproduksi oleh pabrik ini melimpah hingga menyerupai gunung.<br /><br />Pabrik Gula Colomadu menjadi pabrik gula pertama di Jawa yang dibangun oleh pribumi.<br /><br />Pabrik Gula Colomadu resmi beroperasi pada 1863 dan mampu memproduksi gula melebihi ekspektasi.
