Surprise Me!

Lokananta Records, Tempat Pembuatan Piringan Hitam untuk Suplai Siaran Radio pada Zaman Dahulu

2019-09-30 779 Dailymotion

TRIBUN-VIDEO.COM - Lokananta diresmikan oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama RI pada 29 Oktober 1956.<br /><br />Awalnya, Lokananta adalah pabrik piringan hitam.<br /><br />Piringan hitam Lokananta digunakan untuk mensuplai materi siaran RRI seluruh Indonesia.<br /><br />Lokananta saat ini digunakan untuk studio rekaman.<br /><br />Namun pada zaman dahulu rekaman dilakukan di Jakarta, sedangkan Lokananta untuk memproduksi piringan hitamnya.<br /><br />Master dari rekaman tersebut kemudian dikirim ke Lokananta untuk dicetak menjadi piringan hitam.<br /><br />Piringan hitam yang dicetak menyesuaikan permintaan negara.<br /><br />Setelah itu, piringan hitam Lokananta didistribusiskan ke RRI seluruh Indonesia.<br /><br />Lokananta bertujuan untuk menyebarkan budaya lewat musik.<br /><br />Orang Jawa dapat mendengarkan musik yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, dan lain-lain, serta sebaliknya.<br /><br />Sebab master rekaman yang dicetak di Lokananta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.<br /><br />Banyak yang menduga alasan lokasi Lokananta di Solo karena Solo merupakan pusat budaya saat itu.<br /><br />Selain karena Solo berada di tengah-tengah, yaitu di Jawa Tengah, sehingga mudah untuk pergi ke pulau lain seperti Sumatera atau ke daerah lainnya.<br /><br />Namun ada juga yang mengatakan, Lokananta terbentuk karena inisiatif Wali Kota Solo saat itu sekaligus Kepala Jawatan RRI, Raden Maladi, dan diresmikan oleh Presiden Indonesia.<br /><br />Nama Lokananta berarti seperangkat gamelan dari surga, yang dapat berdiri sendiri tanpa penabuh.<br /><br />Sebelum menjadi nama Lokananta, pabrik piringan hitam ini disebut Indra Vox, singkatan dari Indonesia Raya Vox.<br /><br />Tetapi nama tersebut tidak disetujui Soekarno karena mengandung unsur Bahasa barat, sehingga diganti dengan nama Lokananta.<br /><br />PP No. 215 Tahun 1961 Tentang Pendirian Perusahaan Negara ‘Lokananta’, mengatur bidang kerja Lokananta yang berfokus pada usaha rekaman lagu daerah, pertunjukan kesenian, dan penerbitan buku dan majalah.<br /><br />Melalui peraturan pemerintah tersebut juga, Lokananta dapat mendistribusikan rilisan rekaman hitamnya ke masyarakat umum, dan menjadi tempat rekaman.<br /><br />Musisi legendaris Indonesia seperti Gesang, Sam Saimun, Waldjinah, Buby Chen dan Jack Lesmana pernah menjadi bagian dari institusi yang kemudian bernama ‘Perusahaan Negara Lokananta’ ini.<br /><br />Piringan hitam Lokananta terakhir diproduksi tahun 1972, lalu beralih ke produksi kaset pita.<br /><br />Peralihan produksi ke kaset pita ditandai dengan diproduksinya album ‘Entit’ dari musisi Waldjinah.<br /><br />Tahun 1980-an merupakan masa jaya Lokananta.<br /><br />Namun Lokananta mengalami penurunan karna maraknya pembajakan, ditambah pembubaran Departemen Penerangan oleh Presiden Gus Dur, membuat Lokananta tidak memiliki induk organisasi untuk bernaung.<br /><br />Lokananta yang ada di daerah (di luar Jakarta) sempat vakum karena hal tesebut,<br /><br />Sesuai Keputusan Direksi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia pada 14 Oktober 2004, status Lokananta akhirnya mendapat kejelasan.<br /><br />Lokananta dilikuidasi dan sisa hasil likuidasi ditetapkan sebagai Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).(2)

Buy Now on CodeCanyon