Surprise Me!

Tari Langen Mandra Wanara, Drama Tari Jawa yang Menggunakan Gerakan Tarian Klasik Gaya Yogyakarta

2019-09-30 1 Dailymotion

TRIBUN-VIDEO.COM - Tari Langen Mandra Wanara merupakan bentuk drama tari Jawa yang menggunakan gerakan dari tarian klasik gaya Yogyakarta.<br /><br />Tarian Jawa ini hampir memiliki kesamaan dengan Wayang Wong.<br /><br />Tari Langen Mandra Wanara disajikan dalam bentuk tari dengan posisi jongkok dan terdapat dialog berupa Tembang Macapat.<br /><br />Tarian Jawa ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta.<br /><br />Tari Langen Mandra Wanara menggambarkan banyak wanara atau kera yang berfungsi sebagai hiburan dalam tarian Jawa ini.<br /><br />Selain itu Tari Langen Mandra Wanara juga perkembangan dari drama tari yang telah ada seperti Langendriya yang bersumber dari Serat Damarwulan.<br /><br />Keduanya disajikan dalam bentuk tari dengan dialog berupa tembang macapat.<br /><br />Pertunjukkan tari Langen Mandra Wanara biasanya diadakan pada saat upacara pernikahan atau hari besar lain.<br /><br />Asal Usul<br /><br />Dalam sejarah, tari Langen Mandra Wanara ini telah ada.<br /><br />Bahkan ketika mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana VI, tari langen Mandra Wanara telah ada.<br /><br />Pada masa itu setiap malam selalu ada kegiatan 'gladen' atau karawitan kecuali pada bulan Ramadan.<br /><br />Bulan Ramadan dianggap sebagai bulan suci sehingga kegiatan tersebut dihentikan sementara.<br /><br />Sebagai gantinya dilakukan pembacaan serat babad dalam tembang macapat yang isinya mengisahkan tentang tokoh-tokoh babad dengan segala jasa dan suri tauladannya.<br /><br />Setelah itu KRT Purwodiningrat mempunyai gagasan agar pembacaan serat babad dilakukan beberapa orang.<br /><br />Gagasan tersebut diberi sambutan, kemudian gagasan tersebut digabung dengan gagasan Pangeran Mangkubumi yaitu penggunaan kostum yang sesuai dengan tokoh yang dibacanya.<br /><br />Sementara itu kegiatan tersebut ditambah dengan posisi duduk pembaca saling berhadapan.<br /><br />Ketika salah seorang pembaca mendapat giliran membaca, maka orang tersebut maju dengan jalan jongkok.<br /><br />Selanjutnya dikembangkan dengan tari-tarian.<br /><br />Pada sekitar abad pertengahan ke-20, tari Langen Mandra Wanara kurang diminati oleh para sutresna.<br /><br />Menurut mereka tarian itu sangat sulit dikuasai karena menari sambil berjalan dalam posisi jongkok.<br /><br />Kemudian Langen Mandra Wanara digiatkan dan ditata kembali oleh C Hardjasubrata.<br /><br />Setelah itu tari Langen Mandra Wanara tidak hanya dalam posisi jongkok namun dilakukan dengan berdiri.<br /><br />Berbeda lagi dengan karya Patih Danurejo VII, Langen Mandra Wanara yang mulanya dilakukan oleh laki-laki, saat itu juga dapat dilakukan oleh wanita.

Buy Now on CodeCanyon