Alam dan segala isinya adalah tempat untuk belajar tentang kehidupan. Karena alasan inilah, sebuah PAUD didirikan di alam terbuka di Kabupaten Merauke, Papua. <br /> <br />Meski atap terbuat dari daun kelapa kering, dan berlantaikan terpal, tak mengurangi kegembiraan anak-anak, untuk bertambah pintar. <br /> <br />Sekolah pendidikan anak di Kampung Urumb, Distrik Semangga, Merauke, Papua, didirikan oleh Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Wendu. <br /> <br />Selain di Kampung Urumb, ada dua PAUD lain yang berkonsep belajar di ruang terbuka di Distrik Semangga, yaitu di Kampung Waninggap Naggo, dan Matara. <br /> <br />Sekolahnya beratapkan daun kepala kering. Sementara lantainya, beralaskan terpal. Tidak ada dinding yang menyekat pandangan, anak-anak bisa menghirup udara dengan bebas, dan menyatu dengan lingkungan sekitar. <br /> <br />Di sekeliling sekolah, ada aneka tanaman. Bunga, tanaman, dan semua yang ada di sekitar, menjadi bahan belajar. <br />Di masa usia emasnya, di PAUD ini anak-anak juga dibentuk karakternya, dengan pembinaan rohani. Anak-anak juga diajarkan meniru sifat-sifat baik dari alam. <br /> <br />PAUD alam ini berlangsung tiga kali dalam seminggu. Selama tiga jam, anak-anak bermain dan belajar mengenal alam yang ada di sekitar mereka. <br /> <br />Dengan konsep belajar di ruang terbuka, anak-anak diharapkan memiliki ruang gerak yang luas, yang bisa memacu kemampuan berpikirnya. Anak-anak juga diharapkan tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik, yang lebih kreatif, dan tangguh. <br /> <br />
