JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Badan usaha Milik negara (BUMN), Erick Thohir mengaku, sering mendapatkan ancaman, sejak menjabat sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju. <br /> <br />Terutama, pascaskandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri mencuat beberapa waktu terakhir. <br /> <br />PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) tengah dilanda masalah yang bersumber dari penempatan portofolio investasi pada saham-saham gorengan. <br /> <br />Menurut Erick, ancaman sudah menjadi makanan sehari-hari. <br />Kendati begitu, Erick tak mau merinci apa bentuk ancaman yang dia terima setelah menjabat sebagai menteri. <br /> <br />Meski demikian Erick mengaku tak gentar dalam mereformasi perusahaan perusahaan plat merah dibawah naungan BUMN. <br /> <br />Menurut Erick, good governance, atau manajemen pembangunan pemerintahan yang baik, dan harus dijaga. \"Ketika kita diberi amanah seperti ini, ya kita kerjain dengan baik,\" katanya. <br /> <br />Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu pun mengaku lebih senang menjadi seorang pengusaha ketimbang menjadi menteri. <br /> <br />
