DEPOK, KOMPAS.TV - Jumlah korban dari penipuan wedding organizer atau konsultan pernikahan, Pandamanda, di Depok, Jawa Barat, terus bertambah. <br /> <br />Hari ini sudah ada 44 orang yang melapor yang dari perkiraan polisi korban mencapai lebih dari 50 orang. <br /> <br />Posko pengaduan korban Pandamanda, wedding organizer atau konsultan pernikahan dibuka polisi di Polres Depok, Jawa Barat. <br /> <br />Kasus penipuan konsultan pernikahan Pandamanda muncul setelah adanya pengaduan dari beberapa korban. <br /> <br />Termasuk penyedia jasa makanan atau katering. <br /> <br />Seperti, saat beredar video viral pernikahan tengah berlangsung namun makanan belum ada yang tersaji. <br /> <br />Salah satu korban sekaligus vendor, Febrian, yang juga menjadi pembawa acara pernikahan, ikut melapor ke polisi. <br /> <br />Di program Sapa Indonesia Malam, Kapolres Depok Komisaris Besar Aziz Andryansyah, meski dibentuk sejak 2014, namun kasus penipuan ini berlangsung sejak 2019. <br /> <br />Kini, Anwar Said, pemilik Pandamanda, sudah jadi tersangka dan dijerat dengan pidana penipuan dan penggelapan. <br /> <br />