BALI, KOMPAS.TV - Ratusan ekor babi mati mendadak di Buleleng, Denpasar, Bali. <br /> <br />Sebelumnya sempat beredar kabar, babi ini mati karena terjangkit virus flu babi atau vieus ASF (Afrika Swine Fever). <br /> <br />Diperkirakan babi yang mati karena virus ini harus segera dikubur jangan dibuang ke sungai karena dapat menjadi media penyebaran virus flu babi tersebut. <br /> <br />Padahal, hingga kini penyebab babi yang mati mendadak masih belum diketahui. <br /> <br />Gejala-gejala babi pada awalnya sebelum mati, adalah tidak mau makan, kemudian babi akan mengalami kejang-kejang dan tak lama kemudian akan mati. <br /> <br />Harga 1 ekor babi sendiri berkisar di 2-3 juta rupiah, jika jumlah babi yang meninggal mencapai ratusan, maka dapat dijumlahkan sendiri berapa kerugian peternak babi. <br /> <br />Ketersediaan babi juga jadi mengkhawatirkan karena menjelang hari raya Galungan permintaan daging babi meningkat. <br /> <br />Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak resah karena virus babi ini hanya menyerang babi, tidak menular pada manusia. <br /> <br />
