SEMARANG, KOMPASTV - Berawal dari hobi mengkoleksi jenis tanaman, Drajat hasilkan kreasi kokedama. <br /> <br />Pernah dengar? Tanaman ini banyak diminati. <br /> <br />Bertempat di Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Drajat memang suka mengoleksi tanaman hias. <br /> <br />Ia pun berinovasi dengan mencoba teknik baru, yakni kokedama. <br /> <br />Uniknya tanaman ini tidak menggunakan pot seperti tanaman pada umumnya, tetapi teknik menggunakan serabut kelapa. <br /> <br />Sedangkan untuk bahan tanam menggunakan tanah liat, atau sekam mentah. <br /> <br />Perawatan tanaman ini, dapat dilakukan dengan disemprot atau mencelupkan sebagian badan tanaman ke dalam air. <br /> <br />Kecuali tanaman jenis kaktus, cukup disiram setiap satu minggu sekali. <br /> <br />Semua jenis tanaman dapat dikreasikan menjadi tanaman kreasi kokedama. <br /> <br />Seperti sirih gading, pachira, puring, kaktus, bambu hoki, hingga tanaman jenis buah-buahan. <br /> <br />Kreasi jenis tali yang dirangkai dapat menggunakan tali goni, tali eceng gondok, tali rajut ataupun tali sintetis rotan. <br /> <br />Satu jenis tanaman kokedama dibanderol mulai dari Rp 30 80 ribu. <br /> <br />Omzet yang diraih Drajat sekitar Rp 1 juta per bulan. <br /> <br />