Surprise Me!

Doa dan Harapan, Terselip dalam Tradisi Tolak Bala atau Ngelawang

2020-02-21 1 Dailymotion

BALI, KOMPAS.TV - Ribuan warga amunduk taro, gianyar, bali, ikut bagian dalam tradisi tolak bala, atau ngelawang, yang digelar sehari setelah perayaan galungan. <br /> <br />Dalam tradisi ini terselip doa dan harapan, agar umat manusia di seluruh dunia diberikan berkah dan kesejahteraan. <br /> <br />Berpawai keliling desa, mengarak barong dan diiringi gamelan Bali. <br /> <br />Ini adalah salah satu ritual mengusir roh jahat dan tolak bala yang dilakukan oleh umat hindu bali, atau sering disebut, ngelawang. <br /> <br />Tradisi ini diramaikan oleh ribuan warga Desa Amunduk Taro, Tegalalang, Gianyar, Bali. <br /> <br />Ritual ini dilakukan setiap enam bulan sekali, antara hari raya galungan dan kuningan. <br /> <br />Pada setiap desa pakraman di Bali, memiliki tata cara pelaksanaan, tradisi ngelawang yang berbeda-beda, tetapi tujuannya sama. <br /> <br />Warga dengan sukacita menjalankannya juga terselip doa dan harapan agar segala isi dunia diberikan berkah serta kesejahteraan bagi umat manusia. <br /> <br />Seluruh sajian untuk persembahyangan bersama. Sedangkan sajian barong di pura dalem. Tidak bermalam di sini. <br /> <br />Prosesi ngelawang hanya akan dilakukan sehari. <br /> <br />Sementara, ngelawang dengan berkeliling ke wilayah lainnya akan dilakukan dalam jangka waktu lima tahun sekali, dengan harapan warga diberikan berkah dan kedamaian <br /> <br />Tradisi Ngelawang, tidak hanya digelar saat perayaan galungan dan kuningan, tetapi juga pada hari-hari tertentu yang dianggap perlu dilakukan pengusiran wabah. <br /> <br />Ritual ini juga sering digelar di pusat-pusat wisata seperti Kuta dan Ubud seusai perayaan galungan, dan kerap jadi magnet wisatawan. <br /> <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon