Surprise Me!

Ketika Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Merenggut Roh Para Seniman

2020-03-22 6,569 Dailymotion

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masih ingat polemik revitalisasi Taman Ismail Marzuki? <br /> <br />Proyek revitalisasi TIM yang sedang dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berdasarkan perintah dari Pergub No.69 Tahun 2019 ini sontak menuai penolakan dan kritik dari para seniman. <br /> <br />Seniman menilai revitalisasi TIM kental dengan unsur komersialisasi untuk menaikkan pendapatan daerah. <br /> <br />Mereka meminta proyek revitalisasi TIM ini dihentikan. <br /> <br />Selain menolak revitalisasi TIM untuk dikomersilkan menjadi Wisma Seni, para seniman juga menolak TIM dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). <br /> <br />Para seniman juga tidak ingin taman-taman seni dan budaya lainnya mengalami nasib yang serupa seperti yang dialami oleh TIM. <br /> <br />Hal ini dinilai tidak selaras dengan warisan dari Pendiri TIM, Gubernur Ali Sadikin yang sejak awal telah memberikan TIM sepenuhnya kepada seniman dan pengelolaannya oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). <br /> <br />Bahkan sebelumnya, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki sudah mengadukan Anies Baswedan ke Komisi X DPR karena tidak ada forum diskusi dengan seniman sebelum merevitalisasi TIM. <br /> <br />Namun, hal yang sangat menarik perhatian ialah para seniman ini melakukan aksi protes denganmengadakan Silent Action di jalan depan trotoar TIM setiap hari Jumat pukul 17.00-selesai. <br /> <br />Silent Action ini diisi dengan beragam kegiatan seni seperti pembacaan sajak, tarian, atraksi melukis, bernyanyi dan bermain alat musik. <br /> <br />Silent Action menjadi cara para seniman ini untuk menunjukkan jati diri mereka tanpa menghilangkan makna dan tujuan aslinya, untuk menyuarakan tuntutan dan penolakan mereka terhadap TIM yang direvitalisasi demi komersialiasitas. <br /> <br />Karena sejatinya jika seni dikomersialiasi, maka 'ruh' dari berkesenian itu akan mati. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon