KOMPAS.TV - Kota Belgrad, Serbia juga diinformasikan lockdown, seperti apa kondisi WNI, di Belgrad, Serbia. <br /> <br />Kota Belgrad sudah mulai di-lockdown sejak tanggal 15 Maret 2020. <br /> <br />Warga di sana sudah bekerja di rumah dan belajar di rumah. <br /> <br />Tidak hanya itu, di kota tersebut juga diadakan jam malam, mulai dari jam 5 sore dan jam 5 pagi. <br /> <br />Mal-mal dan tempat publik, serta bandara juga ditutup kecuali ada kepentingan mengenai distribusi alat kesehatan. <br /> <br />Warga Negara Indonesia di Serbia ada 110 orang, satu sama lain berkomunikasi melalui grup whatsapp. <br /> <br />Sampai 29 Maret 2020, tidak ada WNI yang terpapar virus Corona. <br /> <br />Supermarket, apotek, dan toko serbaguna tetap dibuka hanya saja dibatasi kunjungannya. <br /> <br />Untuk lansia pukul 4 sampai 7 pagi, di luar dari lansia mulai dari pukul 7 pagi sampai 3 sore. <br /> <br />Physical distancing juga diterapkan di Serbia, warga harus menjaga jarak minimal dua meter. <br /> <br />Aparat keamanan dikerahkan di setiap sudut kota untuk bantu mengamankan. <br /> <br />Warga yang memaksa keluar dan berkegiatan di luar aturan, akan dikenai denda sebesar 1.200 Euro. <br /> <br />Untuk warga yang terpapar Covid-19 dan tidak mengisolasikan diri, maka akan dikenakan pidana 12 tahun penjara. <br /> <br />Di Serbia sejumlah 659 kasus positif, 10 meninggal dan 40 orang sembuh. <br /> <br />