KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, meminta tiap desa menyiapkan tempat karantina bagi para pemudik yang membandel di tengah pandemi virus corona. <br /> <br />Sang bupati bahkan mendukung penggunaan rumah angker sebagai lokasi karantina. <br /> <br />Berikut adalah lokasi karantina bagi warga yang nekat mudik ke Sragen, Jawa Tengah, dan melanggar karantina mandiri. <br /> <br />Pemerintah Desa Sepat, Kecamatan Masaran, menyiapkan rumah ini agar warga yang melanggar karantina mandiri jera. <br /> <br />Hasilnya, dari tiga warga yang melanggar dan dikarantina di sana, dua di antaranya menyerah dan memohon untuk karantina di rumah masing-masing. <br /> <br />Hal tersebut diperbolehkan setelah menandatangani surat pernyataan tidak akan kembali melanggar karantina mandiri. <br /> <br />Sementara seorang lainnya masih bertahan dan menjalani karantina di rumah angker ini. <br /> <br />Penggunaan rumah angker sebagai lokasi karantina di Sragen ini tampaknya segera berakhir karena pemerintah melarang seluruh warga untuk mudik, saat menjelang Lebaran nanti. <br /> <br />
