Surprise Me!

Mahasiswa UPGRIS Ciptakan Ventilator Berbasis Internet, Ini Fungsinya

2020-04-24 2,989 Dailymotion

SEMARANG, KOMPAS.TV - Dosen dan mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Jawa Tengah, menciptakan ventilator berbasis internet pertama di dunia. <br /> <br />Alat bantu napas ini nantinya akan membantu dokter memeriksa pasien Covid-19 tanpa harus melakukan kontak fisik untuk meminimalkan penularan. <br /> <br />Ventilator Internet of Things, atau alat bantu napas yang berbasiskan data internet ini dibuat oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). <br /> <br />Ventilator IOT dapat diselesaikan dalam waktu 7 hari dengan pembagian tugas seperti desain mekanis, elektronis dan perangkat lunak. <br /> <br />Alat bantu pernapasan ini dilengkapi dengan sensor canggih juga menggunakan kamera dua arah, sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh dokter dengan jaringan internet. <br /> <br />Data medis pasien akan tersimpan secara otomatis. <br /> <br />Selain kondisi dan kesehatan pasien yang tersimpan secara akurat, ventilator ini membuat dokter lebih aman karena dapat mengurangi kontak langsung dengan pasien. <br /> <br />Pembuatan ventilator berbasis internet ini tercetus karena melihat kenyataan kurangnya ventilator di banyak rumah sakit yang berbanding terbalik dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang harus dirawat. <br /> <br />Melalui jurnal internasional, Ventilator IOT yang terintegrasi dengan big data buatan tim dari Upgris ini merupakan produk pertama di dunia. <br /> <br />Ventilator Internet of Thing ini diklaim juga lebih murah dibanding alat bantu pernapasan biasa yang ada di rumah sakit yang harganya mencapai ratusan juta rupiah. <br /> <br />Sementara untuk membuat satu Ventilator IOT dosen dan mahasiswa Upgris hanya memerlukan biaya 3 juta rupiah. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon