KOMPAS.TV - Pengunduran diri Andi Taufan Garuda Putra dari jajaran Stafsus Milenial Presiden tak lepas dari informasi dalam setengah bulan terakhir. <br /> <br />Berawal dari surat yang dikirimnya kepada para camat. Surat berkop Sekretariat Kabinet itu meminta camat mendukung relawan Amartha untuk menanggulangi wabah corona. <br /> <br />Amartha di sini adalah PT Amartha Mikro Fintek, di mana Andi Taufan adalah pendiri sekaligus CEO perusahaan itu. <br /> <br />Surat itu menuai polemik hingga akhirnya Andi Taufan meminta maaf dan menarik surat itu. <br /> <br />Meski demikian, ada desakan agar Presiden Jokowi mengevaluasi staf khususnya, salah satunya dari Ombudsman. <br /> <br />Mereka menilai surat yang dikirim Andi Taufan berpotensi menuai konflik kepentingan karena posisinya sebagai pendiri Amartha Mikro Fintek. <br /> <br />Andi Taufan akhirnya mengajukan pengunduran diri pada 17 April 2020 lalu dan disetujui Presiden Joko Widodo. <br /> <br />Selain Andi Taufan, Staf Khusus Milenial Presiden lainnya, Belva Devara, juga mengundurkan diri. <br /> <br />Mundurnya Belva tak lepas dari keterlibatan perusahaan yang didirikannya, Ruangguru, yang masuk dalam salah satu mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja untuk atasi dampak wabah corona. <br /> <br />
