JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Joko Widodo menanggapi mundurnya dua staf khususnya, yakni Adamas Belva Devara dan Andi Taufan Garuda Putra. <br /> <br />Menurut Jokowi, dirinya sangat memahami alasan keduanya untuk mundur dari jabatannya. <br /> <br />CEO Ruang Guru, Belva Devara mundur dari posisinya sebagai Stafsus Presiden. <br /> <br />Lewat akun media sosial pribadi, ia menulis, tak ingin polemik tentang posisinya sebagai staf khusus presiden, jadi berkepanjangan. <br /> <br />Belva menulis, telah menyampaikan langsung surat pengunduran dirinya ke Presiden Joko Widodo, 17 April 2020 lalu. <br /> <br />Sebelumnya, Belva menjadi sorotan, karena platform Ruang Guru terpilih menjadi salah satu program Kartu Pra Kerja yang dikeluarkan Pemerintah, dalam menghadapi angka pengangguran di tengah pandemi corona. <br /> <br />Melalui pesan singkat, sekretaris kabinet, pramono anung, menjawab pertanyaan jurnalis KompasTv, Maharani, terkait pengunduruan diri Belva. <br /> <br />Pramono membenarkan Presiden telah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus, Adamas Belva Syah Devara. <br /> <br /> <br />
