JAKARTA, KOMPAS.TV - Jutaan pasang mata tertuju pada berita duka meninggalnya penyanyi campursari Didi Kempot. Penyanyi dengan nama asli Dinosius Prasetyo ini, tutup usia di usia 53 tahun. <br /> <br />Sepanjang karir musiknya, Didi Kempot dikenal sebagai maestro lagu-lagu campursari. Lirik lagu karyanya mayoritas bercerita mengenai patah hati, hingga ia dijuluki \"The Godfather of Broken Heart\". <br /> <br />Tahun 2019 hingga 2020, bisa dikatakan menjadi puncak karir Didi Kempot. Namun jauh sebelum terkenal seperti saat ini, Didi Kempot hanyalah seorang musisi jalanan. <br /> <br />Ia memulai karir bermusiknya bersama Kelompok Musik Trotoar, yang jika disingkat menjadi \"Kempot\". Sejak itulah, namanya dikenal dengan Didi Kempot. <br /> <br />Bukan hanya sekedar nama, makna \"Kempot\" dalam namanya juga menjadi kisah tersendiri bagaimana ia memulai karirnya. <br /> <br />Siapa sangka, nama tersebut membawanya pada puncak popularitas. Bahkan karyanya tidak hanya dinikmati oleh penggemarnya di tanah air, tapi juga di luar negeri. <br /> <br />Sampai saat ini, Didi Kempot telah melahirkan puluhan album yang melekat di telinga pecinta musik tanah air. <br /> <br />Beberapa tahun belakangan, lagu-lagunya yang kerap memakai bahasa Jawa bahkan didengarkan oleh anak-anak muda di seluruh penjuru tanah air. <br /> <br />Akibatnya, para penggemar Didi Kempot akhirnya punya sebutan baru yaitu Sobat Ambyar. <br /> <br />
