JAKARTA, KOMPAS.TV - Akibat Covid-19, bank dunia memproyeksi perekonomian atau produk domestik bruto PDB Indonesia tidak akan tumbuh tahun ini. <br /> <br />Indonesia diproyeksi mengalami fase mengkhawatirkan, yaitu dengan pertumbuhan nol persen, alias tidak bergerak. <br /> <br />Lemabaga donor keuangan ini mengatakan, perkiraan pertumbuhan ekonomi ini di harus di jadikan cambuk, agar pemerintah dan bank Indonesia semakin solid. <br /> <br />Terutama dalam menerapkan strategi bauran, untuk mendongkrak perekonomian. <br /> <br />Meski demikian, Bank Dunia memprediksi, perekonomian Indonesia akan bangkit dan mencapai 4,8 persen di tahun 2021. <br /> <br />Bank dunia menyatakan pandemi virus corona sudah menyebabkan tekanan terhadap perekonomian hampir di seluruh negara di dunia. Baik dari sisi eksternal maupun internal. <br /> <br />Pertumbuhan ekonomi global bakal minus 5 koma 2 persen selama tahun 2020. <br /> <br />Ekonomi Tiongkok masih tumbuh tetapi hanya satu persen, tetapi India minus 3,2 persen, dan lebih parah brasil, minus sampai 8 persen. <br /> <br />Sementara itu, <br /> <br />IHSG ditinggal asing, setelah ada pengumuman dari bank dunia bahwa perekonomian Indonesia akan stagnan. <br /> <br />Kemarin asing tercatat jual bersih hingga 232 miliar rupiah. <br /> <br />Pelemahan IHSG terbilang masih terbatas karena ada beberapa sentimen yang mampu menopang pergerakan. <br /> <br /> <br />
