PALEMBANG, KOMPAS.TV - Penuh rasa khawatir, inilah yang dialami oleh penggali kubur khusus Covid-19 di Palembang. <br /> <br />Mereka rela untuk tidak bertemu keluarganya untuk sementara waktu karena khawatir mereka membawa virus saat pulang ke rumah. <br /> <br />Namanya Herman, ia adalah salah satu penggali kubur di TPU Gandus, Palembang. <br /> <br />Dan semenjak pandemi Covid-19, ia pun ditunjuk sebagai pengurus permakaman khusus jenazah Covid-19. <br /> <br />Sudah dua bulan terakhir sejak permakaman ini dioperasikan, Herman menjalankan tugasnya penuh dengan rasa khawatir karena harus berhadapan langsung dengan jenazah Covid-19. <br /> <br />Di usianya yang tak lagi muda, Herman mengaku ikhlas demi rasa kemanusiaan yang tertanam sejak ia menerima pekerjaan ini. <br /> <br />"Pasti, cuman istilahnyo kalo kito nggak dilaksanakan, satu tugas. Kedua, kito kan istilahnyo macam mano kalo keluarga kito tak dapat, kito sedih sebenernyo," ujar Herman, petugas pemakaman khusus Covid-19. <br /> <br />Dalam menjalankan tugasnya, Herman ditemani oleh empat orang rekannya. <br /> <br />Ia mendapat upah sebesar 750 ribu rupiah untuk satu kali pemakaman yang dibagi bersama keempat rekannya. <br /> <br />