BENGKULU, KOMPAS.TV - Seorang pasien yang menjalani isolasi Covid-19 di RSUD Bengkulu kaget saat ditagih biaya perawatan sebesar 6,7 juta oleh pihak Rumah Sakit Muhammad Yunus, Bengkulu. <br /> <br />Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyatakan pengobatan pasien Covid-19 ditanggung pemerintah. <br /> <br />Anak dari pasien Covid-19 menyatakan ibunya semula berobat ke RSUD Bengkulu karena penyakit diabetes. <br /> <br />Setelah menjalani rapid test, sang ibu menunjukan hasil reaktif dan langsung dirujuk ke RSUD Muhammad Yunus Bengkulu. <br /> <br />Setelah 5 hari dirawat di ruang isolasi, kondisi sang ibu membaik. <br /> <br />Dua kali uji swab PCR juga menunjukan negatif Covid-19. <br /> <br />Sebelum pulang, oleh petugas pasien diminta menyelesaikan administrasi pembayaran sebesar 6,7 juta rupiah. <br /> <br />Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memastikan semua biaya perawatan medis pasien di ruang isolasi Covid-19 menjadi tanggungan negara dan tidak dibebankan kepada pasien. <br /> <br />Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengakui ada kekeliruan yang dilakukan petugas administrasi di RSUD Muhammad Yunus Bengkulu. <br /> <br />"Ada kekeliruan administrasi. Nah tentu ketika ada kekeliruan administrasi, pihak manajemen rumah sakit langsung mendatangi keluarga pasien untuk segera mengembalikan," ujarnya. <br /> <br />Saat ini biaya yang sudah dibayarkan keluarga pasien telah dikembalikan sepenuhnya oleh pihak rumah sakit. <br /> <br />