KOMPAS.TV - Selain kerawanan penularan corona di sekolah, dunia pendidikan juga terhambat tidak meratanya ketersediaan jaringan internet hingga ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. <br /> <br />Bagaimana pemerintah menyiapkan strategi untuk menunjang proses belajar jarak jauh ini? <br /> <br />Mengawali tahun ajaran baru, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan rencana pembukaan sekolah secara terbatas. <br /> <br />Padahal, ancaman penularan virus corona di Tanah Air masih sangat tinggi. <br /> <br />Mendikbud Nadiem Makarim menyebut hanya sekolah di wilayah zona hijau yang dapat dibuka mulai bulan Juli 2020. <br /> <br />Menurut Nadiem, jika penularan corona di zona hijau itu meningkat, maka metode belajar tatap muka di sekolah kembali ditiadakan. <br /> <br />Jaringan internet yang terbatas di berbagai pelosok Indonesia jadi persoalan tambahan pendidikan di tengah pandemi corona. <br /> <br />Jarak jauh dan medan berat harus ditempuh pelajar dan guru untuk mengejar ketertinggalan proses belajar-mengajar. <br /> <br />BPS mencatat kesenjangan digital usia sekolah pada 2019, yakni sebanyak 53.06 persen pelajar sudah mengakses internet, sementara sisanya 46.94 persen belum menggunakan internet. <br /> <br />Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. <br /> <br />