Denpasar, KOMPASTV - Hidupkan kembali karya seni pindekan seorang pemuda asal kebonkuri denpasar membuat pindekan atau baling-baling dari bahan pohon waru hasil karyanya dipasarkan dengan harga mulai dari 200 ribu hingga 350 ribu rupiah <br /> <br />inilah kadek dwika ari kusuma, seorang pemuda asal banjar kebonkuri tengah denpasar yang menekuni dunia seni sejak kecil . ingin meneruskan seni pindekan ia pun mulai membuat karya seni pindekan berbahan dasar pohon waru berukuran 2 meter sampai 2 setengah meter <br /> <br />cara pembuatannya, pertama-tama pohon waru dibelah menjadi dua selanjutnya dijemur selama satu bulan atau lebih untuk mencari kualits baik . setelah satu bulan waru diproses dengan diserut agar rata lalu di bentuk pindekan atau baling-baling tak lupa bagian ujung dibuat tipis untuk mengasilkan suara yang merdu <br /> <br />selanjutnya pembuatan tongkok atau pengarah mata angin yang dibuat dengan janur yang dibentuk sesuai keinginan pindekan ini dijual beragam mulai dari 200 sampai 350 ribu rupiah <br /> <br />dahulu pindekan merupakan hiburan petani disawah pindekan hasil karya kadek dwika ari kusuma ini juga sekaligus diharapkan mampu melestarikan pindekan atau baling-baling khas bali <br /> <br /> <br /> <br />#tradisibudaya #bali #pindekan <br /> <br />
