Surprise Me!

Berbeda dengan Anies, WALHI: Reklamasi Tak Berkaitan dengan Penanganan Banjir

2020-07-12 2,126 Dailymotion

JAKARTA, KOMPAS.TV - Reklamasi kawasan Ancol , diklaim Gubernur DKI Jakarta , dapat menyelamatkan warga Jakarta , dari bencana banjir. <br /> <br />Namun pegiat lingkungan berpendapat, reklamasi ini tidak ada kaitannya dengan upaya penyelamatan Jakarta, dari bencana banjir. <br /> <br />Upaya reklamasi kawasan Ancol , yang kini diinisiasi pemerintah provinsi DKI Jakarta, menuai polemik. <br /> <br />Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, upaya ini justru untuk menyelamatkan warga Jakarta, dari persoalan banjir. <br /> <br />Anies pun mengklaim , langkahnya ini berbeda dengan proyek relamasi sebelumnya. <br /> <br />Sebagai informasi , lahan kawasan Ancol yang akan direklamasi ada seluas 155 hektar. 35 hektar lahan milik dunia fantasi, dan 120 hektar lahan milik Taman Impian Jaya Ancol. <br /> <br />Lahan ini , nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan wisata baru. <br /> <br />Seperti museum sejarah peradaban islam , dan ruang bermain anak. <br /> <br />Sedangkan status lahan reklamasi ini, merupakan pulau "l", yang izinnya diberikan kepada pihak Ancol pada 21 September 2020. <br /> <br />Namun, langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies baswedan ini, mendapat kritikan pegiat lingkungan. <br /> <br />Wahana lingkungan hidup, WALHI Jakarta menilai, hal ini akan menambah beban pemulihan kondisi lingkungan di Teluk Jakarta, dan tidak ada kaitannya reklamasi dengan penanganan banjir Jakarta. <br /> <br />Selain pegiat lingkungan, kritikan datang dari komunitas nelayan di kawasan Ancol. <br /> <br />Menurut mereka, upaya reklamasi Ancol adalah sinyal untuk mematikan masyarakat nelayan, di Teluk Jakarta. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon