KOMPAS.TV - Kapolri kembali mencopot dua jenderal dalam kaitannya dengan kasus buronan korupsi Djoko Tjandra. Mereka adalah Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo. <br /> <br />Total berarti sudah ada tiga jenderal polisi dicopot dari jabatannya, sebelumnya sudah ada Brigjen Prasetijo Utomo, terkait kasus Djoko Tjandra. <br /> <br />Keduanya diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait kedatangan Djoko Tjandra ke Indonesia. <br /> <br />Irjen Napoleon sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Hubungan Internasional, sementara Brigjen Nugroho menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. <br /> <br />Pencopotan kedua jenderal polisi itu diduga terkait dengan terhapusnya nama Djoko Tjandra dalam Red Notice Interpol. <br /> <br />Red Notice adalah permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dianggap terlibat kasus hukum. <br /> <br />Sebelumnya, Brigjen Prasetijo Utomo sudah terlebih dahulu dicopot terkait keterlibatannya membuat surat jalan Djoko Tjandra <br /> <br />Sementara itu, koordinasi lanjut dilakukan Kejaksaan Agung dengan Polri terkait buronan Djoko Tjandra. <br /> <br />Jaksa Agung Muda Pidana Khusus menyatakan bahwa Kejagung menunggu eksekusi Djoko Tjandra meski ia mengajukan peninjauan kembali sebagai terpidana. <br /> <br /> <br /> <br />