KOMPAS.TV - Mundurnya Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah, dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud , disesalkan banyak pihak . <br /> <br />Ketua Umum PKB , Muhaimin Iskandar menyesalkan kesalahpahaman yang muncul dan meminta mendikbud beserta jajaran untuk bersilaturahmi ke NU dan Muhammadiyah. <br /> <br />Ditemui di acara syukuran Harlah PKB ke-22, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menyesalkan adanya kesalah pahaman terkait program organisasi penggerak kemendikbud. <br /> <br />Cak Imin berharap agar mendikbud dan jajaran, untuk bersilaturahmi ke NU dan Muhammadiyah, agar dapat terjaga hubungan baik. <br /> <br />Cak Imin juga mengingatkan agar instansi pemerintah tidak berjalan sendiri dan harus menyertakan pihak lain, sebagai penyeimbang dan mitra demi efektivitas program pemerintah. <br /> <br />Hingga kini anggaran Program Organisasi Penggerak Kemedikbud masih di bahas di DPR. <br /> <br />POP nantinya diharapkan menjadi bagian dari visi merdeka belajar dengan tujuan meningkatkan numerasi, literasi dan karakter siswa. <br /> <br />Sebelumnya, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan LP MA Arif Nahdlatul Ulama PBNU mengundurkan diri dari program organisasi penggerak kemendikbud. <br /> <br />Mundurnya kedua lembaga karena kriteria pemilihan dan penetapan peserta program organisasi penggerak dinilai tidak jelas. <br /> <br />Majelis dikdasmen pp muhammadiyah menilai tidak ada transparansi dalam proses seleksi, sehingga beberapa ormas dan program CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak memiliki kredibilitas dalam bidang pendidikan, lolos seleksi. <br /> <br />