MINAHASA, KOMPAS.TV - Seorang warga di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, tinggal di sebuah goa selama satu dekade terakhir. <br /> <br />Ia mengaku lebih nyaman tinggal di goa, yang merupakan hasil pahatannya sendiri. <br /> <br />Sebuah tebing yang berada di pinggir Jalan Raya Desa Kema Tiga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini, selalu menarik perhatian para pelintas. <br /> <br />Sebuah pintu dan beberapa jendela, seakan menjadi akses ke sebuah goa. <br /> <br />Goa ini tidak terbentuk secara alami, melainkan hasil pahatan tangan Hais Abjul, warga setempat. <br /> <br />Lokasi ini tadinya bekas galian yang terhenti. Lalu selama berbulan-bulan, sedikit demi sedikit, tebing dipahat Hais hingga membentuk goa. <br /> <br />Bak sebuah rumah, di dalam goa Hais membuat dua ruangan yang saling terhubung. <br /> <br />Sejak 2010, Hais pun benar-benar menjadikan goa ini sebagai tempat tinggalnya yang dilengkapi sebuah tempat tidur tua, beserta meja dan kursi. <br /> <br />Di dalam goa, Hais tinggal seorang diri. <br /> <br />Keluarga telah meminta pria 58 tahun ini untuk tinggal di rumahnya sendiri. <br /> <br />Namun Hais yang bekerja sebagai nelayan ini, lebih memilih menyendiri. <br /> <br />Sendiri, di dalam gua yang hanya dilengkapi penerangan seadanya. <br /> <br />
