KOMPAS.TV - Paceklik di ladang minyak bakal jadi informasi hari ini. <br /> <br />Kenapa paceklik? Jadi di masa pandemi ini sektor migas kaya udah jatuh tertimpa tangga. <br /> <br />Harga minyak jatuh, pandemi pula permintaan jadi anjlok. <br /> <br />Kalau melihat data harga minyak jenis West Texas Intermediate, dari awal tahun harga minyak itu udah drop. <br /> <br />Tren penurunan minyak sudah terjadi sejak akhir 2018. <br /> <br />Waktu itu harga minyak menyentuh level 75 Dollar Amerika Serikat per barrel. <br /> <br />Sejak itu harganya terus turun, bahkan di April pernah minus 14 Dollar per barel. <br /> <br />Waktu April itu kondisinya semua tangki minyak penuh, tapi permintaan turun. <br /> <br />Sementara lapangan minyak ga mungkin tutup produksi, karena kalau tutup ya produksi bisa stop selamanya. <br /> <br />Jadi caranya mereka berutang ke pembeli. <br /> <br />Kalau sekarang, sentimennya banyak yang membuat harga minyak turun. <br /> <br />Pertama, sudah pasti pandemi. <br /> <br />Pandemi ini membuat semua negara berjuan buat menekan angka penyebaran, ekonomi jadi melambat, dan berimplikasi pada permintaan minyak yang ikut turun. <br /> <br />Bahkan diproyeksi beberapa bulan ke depan permintaan minyak dunia masih belum pulih. <br /> <br />Semua negara, semua perusahaan migas lagi paceklik. <br /> <br />Tidak hanya Pertamina yang lagi berdarah-darah, yang pertama adalah data kinerja perusahaan migas global semester 1. <br /> <br />Saudi Aramco, perusahaan migas arab saudi, yang sempat punya julukan perusahaan migas paling untung di dunia aja buntung. <br /> <br />Di semester 1 laba Aramco turun, meskipun labanya masih ada sekitar 23 Miliar Dollar. <br /> <br />Aramco baru saja mengumumkan menemukan 2 ladang migas baru di Arab Saudi, pun dengan perusahaan tetangga kita, Petronas. <br /> <br />Perusahaan asal Malaysia ini juga tak bisa terhindar dari terpukulnya kinerja semester 1. <br /> <br />Turun , tapi labanya tetap positif sekitar 908,7 juta Dollar Amerika Serikat. <br /> <br />Sementara perusahaan pelat merah Pertamina, harus merugi di semester 1, 760an juta Dollar Amerika Serikat. <br /> <br />Ini adalah kerugian pertama pertamina dalam 1 dekade terakhir. <br /> <br />Kerugian Pertamina ini adalah kerugian terkecil kedua di dunia. <br /> <br />