JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Lembaga Biologi Molekular Eijkman Amin Soebandrio mengakui munculnya mutasi virus Corona atau D614G. <br /> <br />Amin Soebandrio menyatakan, mutasi virus telah ada di Indonesia sejak bulan April 2020. <br /> <br />Amin mengatakan, sejauh ini belum ada data ilmiah yang membuktikan D614G dapat menambah penularan yang lebih cepat dan luas virus Corona atau memperberat infeksi penderita. <br /> <br />Berdasarkan data dari 22 sekuens genom virus SARS-CoV-2 yang sudah di-submit ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) oleh lembaga dan institusi penelitian serta universitas di Indonesia, 8 sekuens memiliki mutasi D614G. <br /> <br />Meski demikian, Amin menambahkan, bahwa keberadaan D614G tidak bisa diabaikan begitu saja oleh masyarakat. <br /> <br />Masyarakat harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (social distancing). <br /> <br />