JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemprov DKI Jakarta berencana meniadakan isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif covid-19. <br /> <br />Hal ini dikarenakan banyaknya bermunculan klaster keluarga akibat abai protokol kesehatan. <br /> <br />Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa nantinya pasien dengan status OTG pun harus diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, di Kemayoran. <br /> <br />Usulan Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan Wisma Atlet Kemayoran bagi pasien OTG dan mereka yang bergejala ringan, didukung penuh oleh satgas covid-19. <br /> <br />Juru bicara satgas covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan dengan memindahkan pasien dengan gelaja ringan ke Wisma Atlet, maka tempat tidur di ICU dan ruang isolasi bisa digunakan oleh pasien lainnya. <br /> <br />Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia menilai kapasitas rumah sakit di Jakarta untuk menampung pasien covid-19 sudah cukup. <br /> <br />Namun yang perlu diperhatikan untuk saat ini adalah jumlah tenaga medis, dan manajemen kerja dari para tenaga medis tersebut. <br /> <br />Pengaturan jam kerja dan jumlah tenaga medis saat bertugas, penting dilakukan agar tenaga medis tidak kelelahan dan tidak sakit, apa lagi sampai harus terpapar covid-19. <br /> <br />Setidaknya 100 dokter dan tenaga kesehatan harus gugur dalam tugasnya dalam menangani pasien covid-19. <br /> <br />Tercatat hingga hari ini, terdapat 43.709 kasus positif corona di DKI Jakarta. <br /> <br />Sementara itu, angka kasus terkonfirmasi secara nasional berjumlah 184.268. <br /> <br />Makin tingginya kasus corona di Jakarta, membuat Gubernur Anies Baswedan, memunculkan wacana untuk meniadakan isolasi mandiri. <br /> <br />Artinya, seluruh pasien positif corona, termasuk yang tanpa gejala dan bergejala ringan, harus dirawat di rumah sakit. <br /> <br />Sudah tepatkah langkah ini, terutama untuk memutus penularan corona, pada klaster keluarga. <br /> <br />Kita akan membahasnya bersama ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani. <br /> <br />Lalu anggota Fraksi Nasdem, DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, melalui sambungan telepon. <br /> <br />
