<p>Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan ganjil genap adalah solusi untuk menekan aktivitas warga. Tapi apa iya ganjil-genap redam COVID-19?</p><br />Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menilai, ganjil-genap cuma bikin masyarakat beralih ke transportasi umum. Gak buat pekerja berhenti berangkat ke kantor. </p><br />Apalagi 62% dari 944 pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet pengguna transportasi umum. Dalam 7 hari terakhir (9/9), positif rate COVID-19 DKI sangat tinggi dengan rata-rata berkisar 14%. Di mana angka tersebut hampir 3 kali lipat dari positif rate ideal yang ditetapkan WHO yaitu 5%.</p><br /><p>Belum lagi, data kematian untuk DKI Jakarta smasih cukup tinggi. TPU Khusus COVID-19 Pondok Rangon melaporkan kalau kondisi lahan untuk makam mereka hanya bersisa 1100 lubang. Yang artinya kalo kondisi tetap kayak gini, stok lahan makam hanya bertahan hingga Oktober 2020.</p><br /><p>Untungnya penerapan ganjil-genap saat ini sudah tidak lagi diberlakukan. Kini DKI Jakarta (10/9) telah menerapkan PSBB seperti awal lagi.</p>
