KEDIRI, KOMPAS.TV - Mohammad Sugianto sibuk mempersiapkan produksi usaha mebelnya. Sugianto adalah seorang penyandang tunanetra yang tinggal di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. <br /> <br />Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi pria 40 tahun ini untuk tetap produktif. <br /> <br />Banyaknya penolakan kerja yang diterima Sugianto, membuat bapak 1 anak ini memutuskan untuk belajar seni ukir pada tahun 2010. <br /> <br />Setelah 2 tahun belajar, Sugianto memutuskan untuk memulai membuka usaha jasa ukir dan pahat. <br /> <br />Karena ketelatenan dan ketelitian yang dimilikinya, usaha jasa ukir Sugianto semakin dikenal orang. <br /> <br />Sugianto mampu mendirikan usaha mebel dan bisa mempekerjakan 4 orang tetangganya. <br /> <br />Selain pintu dan meja, usaha mebelnya juga memproduksi hiasan dinding dan ventilasi. <br /> <br />Harga jual produknya bervariasi mulai dari 2 juta hingga 8 juta rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan ukiran. <br /> <br />Produk Sugianto sudah terjual hampir ke seluruh Indonesia. Dalam sebulan, ia mampu mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah. <br /> <br />Sugianto berharap agar para penyandang difabel di luar sana tetap bisa berkarya dan mandiri seperti dirinya. <br /> <br /> <br /> <br /> <br />