KOMPAS.TV - Persoalan sampah rumah tangga merupakan salah satu isu lingkungan hidup yang menjadi perhatian dunia. <br /> <br />Berbagai cara telah ditempuh, salah satunya dengan menggerakkan warga untuk memilah sampah rumah tangga di kediamannya masing-masing. <br /> <br />Kian menumpuk. Tak ada jalan lain, masyarakat harus turun tangan mengatasi sampah plastik yang merusak lingkungan. <br /> <br />Salah satu cara paling mudah, adalah memilah sampah rumah tangga. <br /> <br />Bagi yang tak terbiasa, mungkin terkesan merepotkan. <br /> <br />Padahal dengan edukasi yang tepat, siapa saja bisa melakukannya. <br /> <br />Tentu saja, pemerintah daerah memiliki peran besar, untuk mendukung kebiasaan baik memilah sampah. <br /> <br />Memilah sampah rumah tangga, sederhananya memasukkan sampah berdasarkan jenisnya, ke tempat pembuangan yang berbeda. <br /> <br />Setelah dipilah, sampah plastik yang terdiri dari botol air mineral hingga botol minyak, dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah. <br /> <br />Kemudian dibeli pabrik pengolahan plastik untuk didaur ulang. <br /> <br />Proses ini sekaligus mengurangi jumlah sampah yang tak bisa didaur ulang, dan benar benar harus dibawa ke tempat pembuangan akhir. <br /> <br />Mengolah sampah memang soal persepsi, bagaimana bertanggung jawab atas apa yang sudah kita pakai. <br /> <br />Ya, langkah kecil yang kita lakukan di rumah ternyata bisa membawa dampak besar bagi dunia. <br /> <br />Kegiatan memilah sampah dari rumah diharapkan dapat mengajak masyarakat agar tetap peduli, sadar dan kritis terhadap lingkungan sekitar. <br /> <br />
