Surprise Me!

30 Orang Reaktif Tes Cepat, Demo Tolak UU Cipta Kerja Jadi Klaster Baru Corona?

2020-10-11 3,066 Dailymotion

KOMPAS.TV - Ikatan Dokter Indonesia, menegaskan pelanggaran protokol kesehatan pada unjuk rasa penolakan uu cipta kerja, berpotensi membuat penyebaran Covid-19 semakin cepat dan luas dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. <br /> <br />Kekhawatiran serupa juga ikut dilontarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. <br /> <br />Berkerumun dalam jumlah massa yang besar, adalah hal yang tidak bisa dihindari dari sebuah unjuk rasa. <br /> <br />Seperti yang terjadi dalam aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Masalahnya, saat ini kita tengah menghadapi pandemi Covid-19. <br /> <br />Ikatan Dokter Indonesia, IDI, menyebut, kerumunan massa membuat risiko penularan semakin tinggi. <br /> <br />Apalagi penyampaian aspirasi yang tidak menggunakan masker dengan benar, bisa menjadi transmisi droplet. <br /> <br />Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga mengkhawatirkan unjuk rasa tolak undang undang cipta kerja 8 Oktober kemarin, menyebabkan munculnya klaster baru penularan virus Corona. <br /> <br />Anies akan memantau perkembangan kasus baru positif Corona selama sepekan sampai dua pekan mendatang. <br /> <br />Hingga saat ini, ada 30 pengunjuk rasa di Jakarta yang hasil tes cepatnya reaktif. Mereka kini diisolasi di Tower Sembilan Wisma Pademangan, Jakarta Utara. <br /> <br />30 pengunjuk rasa yang reaktif akan menjalani tes usap, dan jika hasilnya positif, mereka akan dipindahkan ke Tower Delapan Wisma Pademangan. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon