SAMARINDA, KOMPAS.TV - Beginilah suasana puluhan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan undang-undang omnibus law di bawah fly over, simpang 4 air hitam Samarinda, Kalimantan Timur, senin sore. <br /> <br />Tidak seperti aksi penolakan omnibus law undang-undang cipta kerja sebelumnya yang berujung bentrok. Kali ini massa melakukan aksi damai dengan melakukan pertunjukan seni, seperti teater, tari, puisi dan mural. <br /> <br />Pertunjukan ini menjadi tontonan menarik bagi sejumlah warga yang melintas. Aksi ini juga tidak membuat kemacetan di jalan, bahkan tak banyak polisi yang menjaga. <br /> <br />Wisnu Juliansyah selaku humas korlap menuturkan ini adalah awal dari aksi besar yang diagendakan hingga akhir oktober 2020 nanti. <br /> <br />Aksi penolakan undang-undang omnibus law hari ini dilakukan di 6 titik yaitu fly over Samarinda Seberang, simpang 4 lembuswana, simpang 4 fly over air hitam, kampus widiagama, kampus untag Samarinda, di depan PT Sumalindo serta Tenggarong - Kutai Kartanegara. <br /> <br />#AksiMahasiswa#SenidanMural#PenolakanOmnibusLaw <br /> <br />