Surprise Me!

Ketua Tim Riset: Usai Suntik Vaksin Corona, Butuh 2 Tahun Untuk Kembali Normal

2020-10-21 2,538 Dailymotion

JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil penyuntikan vaksin corona yang rencananya tiba di Indonesia pada akhir November ini ini tidak bisa dilakukan secara singkat. <br /> <br />"Itu perlu bertahap-tahap. Sekali lagi, bertahap-tahap. Karena apa, kita tidak bisa melakukan imunisasi sekaligus ke semua penduduk. Pengalaman kita paling-paling dalam setahun ini selama ini kita cuma 30 juta dosis per tahun," katanya, Rabu (21/10/2020). <br /> <br />Setidaknya, menurutnya memerlukan waktu 2 tahun untuk proses dua kali penyuntikan vaksin kepada 160 juta penduduk Indonesia. <br /> <br />Kusnandi berpendapat jika dalam 2 tahun yang ia perkirakan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan selama proses pemberian vaksin untuk kedepannya kehidupan bisa kembali normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. <br /> <br />Sementara terkait data mengenai vaksin November mendatang, ia mengatakan jika pihaknya belum menerima informasi tersebut. <br /> <br />"Sampai sekarang saya tidak mendapatkan data itu," pungkasnya. <br /> <br />Kendati demikian, Kusnandi menegaskan syarat sebuah vaksin yang akan dibeli oleh suatu negara harus mendapat izin dari WHO sehingga dipastikan vaksin tersebut aman. <br /> <br />Kementerian Kesehatan memastikan proses imunisasi Covid-19 untuk tahap pertama akan dilakukan pada akhir November 2020. <br /> <br />Namun masih banyak yang harus disampaikan pemerintah mulai dari harga, kualitas, distribusi, dan kesiapan puskemas rumah sakit, sampai siapa yang pertama disuntik dan siapa yang mendapat vaksin gratis atau mandiri. <br /> <br />Selain itu sejauh mana perkembangan pengujian vaksin yang sedang dilakukan di Indonesia? <br /> <br />Untuk membahasnya simak pembahasannya bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom, serta anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon