BANTUL, KOMPAS.TV - Tidak mudah menjalankan usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat Suparno untuk menjalankan usahanya yang membuat kaligrafi untuk souvenir dan mahar pernikahan. <br /> <br />Ia sehari-hari membuat kaligrafi dengan menggunakan gun glue atau lem tembak. Meski hanya menggunakan lem tembak, namun hasil karyanya tidak kalah dengan kaligrafi yang terbuat dari bahan kuningan. <br /> <br />Karya kaligrafinya diminati masyarakat untuk menjadi mahar karena saat pandemi ini, banyak masyarakat memilih untuk tidak mengadakan acara yang besar. Sehingga mereka biasanya mempercantik mahar pernikahannya. <br /> <br />Salah satu motif yang banyak diminati untuk menjadi mahar adalah motif wayang. Kaligrafi dibentuk di atas kain beludru yang membuat karyanya terlihat mewah. <br /> <br />Suparno menjual hasil karyanya antara Rp 200.000 hingga jutaan rupiah tergantung kerumitan. <br /> <br />Ternyata tidak selamanya pandemi Covid-19 mendatangkan kesulitan. Suparno berhasil membuktikan bahwa akan tetap ada jalan jika mau berusaha. <br /> <br />