PALEMBANG, KOMPAS.TV - Cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan banjir dan longsor, mulai melanda sebagian besar wilayah Sumatera Selatan. <br /> <br />BPBD Sumatera Selatan meminta warga yang berada di daerah rawan bencana waspada, terutama dibagian barat Sumatera Selatan. <br /> <br />Hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir dan longsor, mulai terjadi di sebagian besar Sumatera Selatan. <br /> <br />BPBD Sumsel meminta masyarakat untuk waspada, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. <br /> <br />Untuk antisipasi dampak bencana, BPBD Sumsel bersama TNI-Polri menyiapkan personil penanggulangan bencana, dibantu Dinas terkait seperti pekerjaan umum untuk kesiapan peralatan. <br /> <br />Termasuk bantuan yang juga dilakukan Dinas Kesehatan dan sosial untuk penanganan pengungsi. <br /> <br />Di Sumatera Selatan, baru Muara Enim, status siaga banjir dan longsor di wilayahnya, sedangkan untuk Provinsi status tersebut belum ditetapkan, karena untuk tingkat provinsi minimal 2 daerah sudah menetapkan status tersebut. <br /> <br />BPBD Sumsel mencatat sepanjang tahun 2020, di Provinsi ini ada 36 kali banjir, puting beliung 10 kali, 8 kali banjir bandang, tanah longsor 14 kejadian. <br /> <br />Prakiraan BMKG, pada dasarian II Oktober 2020 seluruh wilayah di Sumsel sudah memasuki musim hujan. <br /> <br />Rata-rata intensitas hujan berada pada level sedang hingga lebat, terutama di daerah Sumatera Selatan bagian barat seperti Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, Musi Rawas dan OKU Selatan. <br />#BPBD #BMKG #Sumsel <br /> <br /> <br /> <br />