Surprise Me!

Media Sosial, Sasaran Empuk Sebar Hoaks dan Propaganda

2020-11-23 1 Dailymotion

JAKARTA, KOMPAS.TV - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan ancaman separatisme dengan menggunakan media sosial bertujuan propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI saat ini marak dilakukan. <br /> <br />Aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi sudah berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya. <br /> <br />Hadi menambahkan, semua yang ada di dunia maya memiliki kelebihan berupa kecepatan dan jangkauan yang lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah. <br /> <br />Dampak yang ditimbulkan di dunia maya baik positif maupun negatif ternyata dapat lebih masif dari dunia nyata. <br /> <br />Hadi menyebut, dengan pengunaan dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi. <br /> <br />Media sosial menjadi sarana empuk untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks yang kerap kali menimbulkan masalah. <br /> <br />Dilansir dari Kompas.com yang bekerja sama dengan cek fakta.com, antara Januari hingga 16 November 2020, setidaknyan ada 2.024 hoaks yang tersebar di berbagai media sosial. <br /> <br />Jumlah ini meningkatkat jika dibandingkan pada tahun 2019 lalu yang mencapai 1.221 hoaks. <br /> <br />Dalam perkembangan teknologi digital, tak bisa dipungkiri kecepatan akses informasi dan juga media sosial menjadi sebuah keniscayaan. <br /> <br />Literasi digital mutlak diperlukan untuk menjadi benteng bagi siapapun pengguna teknologi digital agar terrhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan. <br /> <br />

Buy Now on CodeCanyon