SEMARANG, KOMPAS.TV Memiliki kekurangan, tak menyurutkan semangat para penyandang disabilitas ini untuk terus berkarya. <br /> <br />Dengan tekun, hati-hati dan teliti, sejumlah penyandang disabilitas di Roemah Difabel kota Semarang ini menjahit kain yang sudah terpotong menjadi masker. <br /> <br />Sebab mereka juga harus menyelaraskan kaki saat menekan mesin jahit dengan tangan serta kain bahan masker itu sendiri. <br /> <br />Pembimbing menjahit Roemah Difabel Semarang, Endang Mei Kusbandiyah mengatakan para penyandang disabilitas ini dilatih menjahit masker, pakaian hingga tas. <br /> <br />Namun pada pandemi kali ini, mereka diminta untuk fokus membuat masker. <br /> <br />Rencananya masker-masker ini akan dibagikan gratis pada hari difabel nasional 3 Desember nanti. <br /> <br />Jika ditotalkan ada sekitar dua ribu masker dibuat. <br /> <br />Sementara itu salah satu peserta pelatihan bernama Raehana mengaku senang mengikuti pelatihan menjahit ini. <br /> <br />Pelatihan bagi penyandang disabilitas Roemah Difabel semarang ini untuk melatih kemandirian mereka, sehingga mereka memiliki keterampilan yang bisa jadi modal memulai usaha. <br /> <br />
