JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo memastikan adanya kesalahan data yang dirilis pusat terkait kasus covid-19 di Jawa Tengah. <br /> <br />Akibatya jumlah positif corona di Jawa Tengah terkesan tertinggi secara nasional. <br /> <br />Seperti, ditemukannya 75 nama, dimana pada hari Minggu sebelumnya sudah dirilis, namun masuk kembali dalam data. <br /> <br />Bahkan ditemukan pula sejumlah nama yang ditulis hingga empat kali, sehingga total data dobel sebanyak 694 kasus. <br /> <br />Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kesal saat mengetahui penanganan covid-19 di Indonesia memburuk. <br /> <br />Apalagi saat mengetahui kasus aktif nasional kini berada di angka 13,41 persen, lebih tinggi daripada pekan lalu yang hanya 12,78 persen meski masih di bawah rata-rata dunia. <br /> <br />Berdasarkan data satgas covid-19 per 29 November 2020, kasus covid-19 di indonesia "Tembus Rekor". <br /> <br />Angka kasus konfirmasi positif mencapai 6.267 kasus atau angka tertinggi sejak covid-19 ditemukan di Indonesia. <br /> <br />Dalam data ini, ada 3 daerah dengan kasus tertinggi, yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. <br /> <br />Dalam beberapa hari terakhir, jakarta dan jawa tengah memang memberikan kontribusi kasus positif covid-19. <br /> <br />Presiden juga menyoroti soal penurunan persentase kesembuhan yang turun menjadi 83,44 persen daripada pekan sebelumnya yang mencapai 84,03 persen. <br /> <br />
