JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebagai indikator kemajuan suatu negara, jalan tol dianggap sebagai bisnis growth to economy. <br /> <br />Di mana ekonomi negara masih tumbuh, jalan tol sudah pasti akan hadir sebagai salah satu pendukungnya. <br /> <br />Tidak heran jika semakin banyak perusahaan yang melirik usaha ini untuk mendukung bisnis mereka. <br /> <br />Yang paling terbaru adalah rencana membuat teknologi nirsentuh atau multi lane free flow. <br /> <br />Di mana pengguna jalan tol tidak perlu lagi menggunakan kartu tol. <br /> <br />Nantinya, ketika kendaraan melewati gerbang maka otomatis saldo pengguna tol akan terpotong. <br /> <br />Harapannya tidak akan ada lagi macet di tol. <br /> <br />Tantangan lain soal pembayaran, jika sekarang masih menggunakan uang elektronik dalam bentuk kartu, nantinya jika teknologi nirsentuh dilaksanakan pasti bentuk pembayarannya akan berbeda. <br /> <br />Trafik jalan tol setiap waktu pun terus bertumbuh. <br /> <br />Apalagi dengan pertumbuhan kendaraan roda 4, kebutuhan mobilitas yang tinggi dan konektivitas antar wilayah yang makin dibutuhkan. <br /> <br />Selama PSBB di bulan Mei hingga Juni, trafik 14 ruas tol secara umum turun cukup signifikan dari kisaran 40 - 60%. <br /> <br />Terutama yang di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat. <br /> <br />Penurunan trafik pun membuat kinerja rajanya jalan tol, Jasa Marga ikut anjlok. <br /> <br />
